Browse » Home » » Lirik Lagu SIKSA KUBUR ALBUM ST.KRISTO

Lirik Lagu SIKSA KUBUR ALBUM ST.KRISTO

Burung Bangkai
14 Ayat – Di Wahyukan Oleh Andre Tiranda, Septian Maulana, Dan Revan Bramadika
Musik Oleh Andre Tiranda

1. Ku buka mataku menatap kasat maya. Dalam raga gila karya angkasa. Isak awali destinasi penuh duri. Genggam erat jari kala kuasai misi.
2. Hei Jakarta apakabar mu kota tua. Sambutlah anganku menyatu dengan nafsuku. Kuhirup buas tak ram
ah udaramu. Nikmati bualmu menuju tidurku.
3. Sudut timur kota marilah bercengkrama. Jejaliku dengan kasar budayamu. Beriku sayap tuk terbangi langit kelammu. Sambil kuhisap asap kabut surga. Tinggi.
4. Burung bangkai pinggiran kota. Arungi dimensi ria. Burung bangkai pinggiran kota. Kau jual satu kubeli tiga.
5. Ketika kota mulai terlelap. Burung bangkai kembangkan sayap.
6. Menatap nyalang, ikuti naluri liar terdalam. Tekad terikat. Terkubur ribuan bangkai tersayat. Kudekap malam, langitku menyatu bersama hitam.
7. Kencingi gerbang norma. Tetapkan standar dosa. Pikul sendiri salibnya.
8. Hiruk pikuk sejak sekarat. Berakar benci, berbuah dendam. Basahi bulu liarku, suntikan rasa ingin memangsa. Ereksi cakar muda.
9. Suci terpelanting mati. Membatu menjadi sepi. Dengan congkak ku khianati.
10. Diskusi memori berkarat. Di balut tawa aditif. Predikat penghisap aktif.
11. Burung bangkai pinggiran kota. Barisi suara di sunyinya hampa. Bergema menawar tiket surga. Berdesak hempaskan luka.
12. Langkah tergerak kasar. Seraya ikuti intuisi. Puaskan lapar.
13. Sesosok burung bangkai. Pencabik mangsa nokturnal. Sajikan selebrasi maksimal.
14. Menguliti perih jasad terkapar. Terkapar tanpa daya. Terkapar berselimut luka.

Merah Hitam Hijau

10 Ayat – Diwahyukan Oleh Septian Maulana
Music Oleh Andre Tiranda

1. Padu padankan, strategi melawan. Hantam musuh, lalu hancurkan. Merah terbakar, hasrat yang lapar. Hitam merasuk, menjerat menusuk.
2. Diri yang jadi saksi agresi. Garda terdepan milik pasukan menawan. Memperkasai keranjingan ku. Menanti selebrasi bersama asap surgawi.
3. Bakar terus, hisap terus. Serang terus, hajar terus.
4. Ku bela karna sejarah. Ku gila hingga sempurna. Gadaikan sedikit nyawa. Pulihkan sobekan luka.
5. Merah, hitam, hijau. Merah, hitam, hijau.
6. Hancurkan, remukkan. Hancurkan, serangan.
7. Terbisu gugup menunggu. Hasil gemilang ciptaan peluang. Ku tunggu datangnya menang. Walau serapah terus menerjang.
8. Bakar terus, hisap terus. Serang terus, hajar terus.
9. Kuhisapi hingga tinggi. Asap murni terinjeksi. Hijau murni milik bumi. Kubakar lagi dan lagi.
10. Merah, hitam, hijau. Merah, hitam, hijau.

Surga Temaram

11 Ayat – Diwahyukan Oleh Septian Maulana
Music Oleh Andre Tiranda

1. Sebuah fakta yang menenggelamkan. Arti suci berbalas beban. Mengurai semunya perjalanan. Memaksa aborsi keyakinan.
2. Kuhempas kehamparan luas. Bersama semayamkan petaka. Kuremas birahi terbuas. Nikmati supremasi memuja tawa.
3. Seutuhnya ku incar surga. Walau ku tau ada harganya. Surga dupliksi karya mucikari. Surga dengan hamparan bidadari.
4. Peredaran eksekusi fantasi. Menjalar penuh pasti. Disini ku bayar mimpi. Mimpi telanjangi toleransi.
5. Terlukis sempurna. Harga nyata sihir mata. Malam yang terberkati, reproduksi hasrat mati. Derap langkah, singkirkan lelah. Terancang mutakhir, dengan takdir terukir.
6. Dalam lemah berserah. Kusuntik hingga muntah. Setan berbisik cara, cara melunasi Tanya.
7. Abaikan tentang dosa, setubuhi habis rasa. Abaikan tentang dosa, setubuhi habis rasa.
8. Terimakasih luka, kau ajarkan temukan tawa. Layani secangkir tendensi, refleksi raih prestasi.
9. Temani aku wahai jalang, buat aku muntah hingga senang. Hisapi candu liar ku, agar hasrat terbayar penuh.
10. Surga samar, amis residu. Surga samar, melumat beku. Surga samar, simpan usia. Surga samar, berbayar harga.
11. Seutuhnya ku incar surga. Walau ku tau ada harganya. Mesin hebat penjajah rasa. Mesin hebat penakluk nyata.

420

9 Ayat – Diwahyukan Oleh Septian Maulana
Music Oleh Andre Tiranda

1. Nyalakan api dan mulai pestanya. Tertawalah di pelataran surga. Semerbak murni aroma menyapa. Menjangkiti kami dan berpusara.
2. Rantai kuat erat mengikat. Rutinitas pekat menyekat. Memenggal harga diri. Menjual kepingan mimpi.
3. Kami mutlak terisolasi. Menggapai sejumlah ilusi. Dipaksa untuk konsumsi. Seporsi tai setiap hari.
4. Sambut tetrahidrokanabinol. Euforia surga nyata. Budi daya puja rasa. Resap asap umbar tawa. Gila.
5. Ini milik bumi, hijau sungguh murni. Harta paling suci, tiada tertandingi.
6. Semesta tertawa, semesta menganga. Melahap sederet luka, mutlak sempurna. Menempa mata, merah rona merata. Gelora pesta pora, rayakan semua.
7. Ritual substansi herbal. Indikasi capai kekal. Ritual substansi herbal. Konsumsi atau menyesal.
8. Lihatlah asapnya menari, mengelilingi. Lihatlah asapnya menari, menertawai. Semua tertunduk takluk mengabdi. Konsumsi terus tanpa henti.
9. Sambut tetrahidrokanabinol. Euforia surga nyata. Gila.

Industri Monster Distorsi

10 Ayat – Diwahyukan Oleh Septian Maulana
Music Oleh Andre Tiranda

1. Satu langkah mengintimidasi. Citra tinggi hasil distorsi. Rangkum hitam dimensiku. Bingkai erat waktu dan nafsu. Gemuruh suara parau berseru. Berseru teriakkan serbu. Serbu !
2. Punggawa dengan persenjataan tawa. Bermental baja walau kasat tanpa dana. Hembusan dominasi nafas api. Memijaki kasarnya waktu dengan tinggi.
3. Raga hasil rajahan hitamnya malam. Merancang hebat bisnis perapian. Sesosok raja dengan jutaan mata. Penoreh sejarah resital bunyi kematian.
4. Industri monster distorsi. Resonansi laskar pememnggal kesunyian.
5. Industri monster distorsi. Hadirkan nereka demi nyatanya kesunyian.
6. Konsumsi habis testamen iblis, kucurkan darah amis perjuangan. Hisap tahta kemelut langit dan bumi, sebarkan tiket neraka tertiggi. Setara sama rata, setara penuh daya. Memerah rata mata, berbalas tawa di pagi buta.
7. Tampil illegal dengan senyum menyeringai. Bentuk raga terkutuk dengan taring membingkai. Pembentuk senjata nada genosida. Pembentuk senjata penebar petaka. Ku rancang hitam dengan sempurna. Demi anti stagnasi jalan ini.
8. Raga hasil rajahan hitamnya malam. Merancang hebat bisnis perapian. Sesosok raja dengan jutaan mata. Penoreh sejarah resital bunyi kematian.
9. Industri monster distorsi. Epigone kelakar Lucifer kelaparan.
10. Industri monster distorsi.lampaui dekade suarakan kematian.

Bersama Bermuatan Bencana

8 Ayat – Diwahyukan Oleh Septian Maulana
Music Oleh Andre Tiranda

1. Selembar kisah lumrah, sekumpulan mental murah. yang lupa harga sumpah. Bendera musik bawah tanah. Hisap ini serapah, kalian bernyali sampah.
2. Kami berjalan bersama, berjuang genggam trisula. Berpegang saling menjaga. Apa makna tahta, tanpa pesta nyata. Pesta tentang perjalanan, pesta tentang pencapaian.
3. Bersama bermuatan bencana. Simbolkan baja usung di dada. Berjubah hitam sama merata. Aliansi lingkar api paling nyata.
4. Senandungkan lagu hitam, dengan suara terkelam. Layangkan pesan suram, isi hati yang terdalam.
5. Seakan lumpuh etika. Kalian haus tahta. Menelan muntah pasar. Kalian lupa akar.
6. Selamanya kami tetap binatang, dan akan selalu keras berdendang. Penuh sejuta kesenangan, tunjukan ekspresi beringas dan siap melibas.
7. Teroreh api atas nama kontribusi, inilah cara paling murni gapai mimpi. Rancang lah dedikasi sepenuh hati, raih lah utuh kemenangan abadi.
8. Bersama bermuatan bencana. Bersama kami teramat bahaya. Bersama bermuatan bencana. Bersama kami lahap semua.


Kelelawar Hijau

8 Ayat - Diwahyukan Oleh Septian Maulana Dan Revan Bramadika
Music Oleh Andre Tiranda

1. Lantang menantang siap menendang. Penuh benih kebencian usang. Kami berdendang setan pun senang. Melayani hari dengan berperang.
2. Tak perlu kau bersukur. Inilah lagu terbaik untuk siksa kubur mu. Ketika kau tertidur. Inilah lagu terbaik untuk mimpi buruk mu.
3. Jangan berharap esok hari akan terang. Saat matahari telah di mangsa si raja malam. Teriak lantang dengan gema suara parau. Melayang terbang dengan sayap berwarna hijau.
4. Terlihat menjerat tatapan sekarat. Menumbuh kembang wacana menyayat.
5. Melumat liar dendam sahabat. Berkumandang hebat penuh kesumat.
6. Yang bersembunyi dalam kegelapan. Bertaring tajam penuh kebencian. Akan menggelegar bersama lapar. Mencabik mental hingga terkapar.
7. Lantang menantang siap menendang. Penuh benih kebencian usang. Kami berdendang setan pun senang. Melayani hari dengan berperang.
8. Kelelawar hijau. Kelelawar hijau. Kelelawar hijau. Kelelawar hijau.

0 komentar: